Beranda > Algoritma dan Metode, Ilmu Komputer, Informatika, Teknologi > Perbandingan Internet Service Provider di Wilayah Dramaga Bogor Berdasarkan Trafic Packet Internet Groper

Perbandingan Internet Service Provider di Wilayah Dramaga Bogor Berdasarkan Trafic Packet Internet Groper

hhKeterbatasan kecepatan akses internet di Indonesia menjadi hambatan bagi pengguna internet untuk keperluan dan pekerjaan seseorang. Delapan Provider penyedia layanan Internet di Indonesia akan diukur berdasarkan Trafic Packet Internet Groper sebagai ukuran kecepatan didaerah Dramaga Bogor. Berdasarkan hasil analisis antara Round Trip Times dengan Packet Loss tidak selalu berjalan searah atau tidak benar bahwa jika Round Trip Times semakin besar maka Packet Loss juga semakin besar begitu juga sebaliknya. IPB dan Speedy mempunyai nilai persentase minimum baik Round Trip Times, Packet Loss maupun total keduanya, hal ini dapat dikatakan bahwa untuk daerah Dramanaga Bogor, ISP IPB dan Speedy adalah yang terbaik. Sedangkan Indosat memiliki Traceroute (Tracert) terbesar sehingga dapat dikatakan ranking terendah diatara yang lainnya.

Pendahuluan

Perkembangan internet di Indonesia sampai saat ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan dan cenderung tajam, baik secara kecepatan, provider, trafik maupun dari segi cost sangat perbengaruh bagi pengguna layanan internet. Pada awal 2010-an banyak bermunculan provider-provider yang menawarkan berbagai layanan khusus dan spesifik untuk internet, dengan memberikan beberapa promo-promo menarik [5]. Hal ini menyebabkan beberapa pemilik modal untuk menanamkan sahamnya pada bidang jasa layanan internet maupun telekomunikasi. Keberhasilan-keberhasilan dalam mewujudkan layanan terhadap pengguna semakin ditingkatkan meskipun hanya dalam beberapa periode dan jangka waktu [1].

Pada dasarnya sesuai dengan kenyataannya internet di Indonesia sampai sekarang dirasakan masih jauh dari harapan khususnya dari segi pelayanan dan kecepatan. Dari berbagai survei yang dilakukan oleh beberpa lembaga riset provider terhadap pengguna internet di Indonesia, mereka mengharapkan 2 hal yang utama dari provider penyedia layanan internet dan telekomunikasi yaitu kecepatan yang stabil kemudian disusul dengan harga yang murah [4].

Gambar 1. Operator Telekomunikasi di Indonesia

Dari kedua data diatas hingga saat ini sampai akhir 2014 apakah beberapa penyedia layanan intrnet di Indonesia menaikkan trafik kecepatannya dan mengurangi cost? Untuk saat ini jawabannya adalah tidak. Berbagai fakta dilapangan terkait kecepatan internet di Indonesia mengalami permasahan dibandingkan dengan negara-negara lain. Terkait kecepatan internet, pada awal 2014 Indonesia menduduki peringkat 118 dunia, dibawah negara-negara Asia Tenggata lainnya seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina [1]. Seperti yang dilangsing dari detik.com pada awal 2014 yang lalu data kecepatan internet di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara yang lain Indonesia menempati urutan ke 118 peringkat dunia, sedangkan Malaysia, Vietnam dan Piliphina berturut-turut adalah 71, 019 dan 114 [4]:

Dari beberapa hal diatas sejauh ini penyedia layanan internet di Indonesia masih diambang batas pengembangan dan peningkatan kecepatan akses internet. Seperti halnya situs jejaring sosial merupakan situs yang banyak dikunjungi oleh pengguna internet dunia setelah google [3]. Sejauh ini pengguna memiliki keraguan atas kecepatan dari setiap provider penyedia layanan sejauh beberapa situs yang telah dikunjungi untuk setiap periode.

Untuk itu dalam penelitian ini akan dilakukan perbandingan pengiriman paket keberbagai operator/ provider penyedia layanan internet di Indonesia dengan melakukan analisis PING dari setiap provider, kemudian dilakukan analisis serta perbandingan antar provider. Tiga fokus utama dalam proyek ini adalah pada Round Trip Times (RTT), Pakcet Loss dan Tracerout/ HOP terhadap 3 site yang sering dikunjungi oleh pengguna internet di Indonesia yaitu Google, Facebook dan Detik. Hasil dari analisis ini akan dijadikan sebagai rekomendasi untuk menentukan provider mana yang terbaik terkait kecepatan di wilayah yang sama.

Tujuan

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Mengetahui Round Trip Times (RTT) terhadap rata-rata, Packet Loss dan Traceroute pada setiap Internet Service Provider (ISP) dari Packet Internet Groper (PING)
  2. Membandingkan seberapa besar kalkulasi antara 8 ISP yang digunakan di sekitar Wilayah Dramaga Bogor
  3. Mencari persentase terbaik antara ISP yang disediakan/ dibandingkan untuk setiap site yang diakses (Google, Facebook dan Detik) untuk masing-masing Size of the echo packet (32, 64, 512 dan 1024).
  4. Mendapatkan grafik perbandingan masing-masing RTT dan Packet Loss setiap site.

Kesimpulan

Dari hasil penelitian dan pengamatan terhadap analisis ping untuk beberapa ukuran paket data dengan beberapa site dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Untuk trace ping pada ISP 3 (Tri), makin besar ukuran paket data (>512) yang digunakan maka akan semakin besar pula nilai RTT dan Packet Loss.
  2. Pada ISP 3 (Tri), Facebook merupakan site dengan dengan rata-rata Packet Loss terbesar yaitu 41,75 untuk semua ukuran paket data. Hubungan antara rata-rata RTT dengan ukuran paket data, Facebook juga memiliki nilai maksimum yaitu 735, 454.
  3. Hubungan antara RTT dengan Packet Loss tidak selalu berjalan searah atau tidak benar bahwa jika RTT semakin besar maka Packet Loss juga semakin besar dan sebaliknya tidak benar bahwa jika RTT semakin kecil maka Packet Loss akan semakin kecil pula.
  4. Indosat memiliki Traceroute(Tracert) terbesar diatara ISP yang lainnya pada site Facebook, sedangkan Traceroute terkecil adalah IPB dan Telkomsel
  5. Dari perbandingan antara 8 ISP, IPB dan Speedy mempunyai nilai persentase minimum baik RTT, Packet Loss maupun total keduanya, hal ini dapat dikatakan bahwa untuk daerah Dramanaga – Bogor, ISP IPB dan Speedy adalah yang terbaik.

Saran

Dari beberapa analisis dan kesimpulan penelitian ini, untuk penelitian selanjutnya hendaknya melakukan trace ping untuk setiap waktu berkala seperti setiap jam, menit ataupun detik untuk mendapatkan informasi yang lebih optimal. Selain itu menentukan objek yang berbeda untuk setiap wilayah misalnya daerah perkotaan dan daerah pedesaan. Hai lini akan mendapatkan pola data RTT dan Traceroute untuk kasus yang lebih besar.

Mustakim (Jurnal Sitekin Edisi Desember 2014)

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: