Arsip

Archive for Maret, 2015

Cara Kerja Data Mining

Bagaimana cara kerja data mining

Dengan menggunakan data yang ada dan relevan, data mining membuat beberapa model untuk cluster1mengidentifikasi pola-pola diantara atribut-atribut yang ada di dalam dataset. Model adalah penyajian matematis (persamaan linear sederhana dan/atau persamaan kompleks yang sangat tidak linear) yang mengidentifikasi pola-pola diantara berbagai atribut object (misalnya, pelanggan) yang ada di dalam dataset. Beberapa pola tersebut adalah bersifat deskriptif (menjelaskan saling-keterkaitan atau persamaan dan kesamaan diantara berbagai atribut tersebut), sementara yang lain adalah bersifat prediktif (meprediksi ‘value/hasil’ yang akan terjadi pada atribut-atribut tertentu). Secara umum, data mining mengidentifikasi empat jenis pola utama: Baca selengkapnya…

Definisi, Karakteristik, dan Manfaat Data Mining

data_miningSecara umum, pengertian data mining untuk business intelligence adalah cara-cara untuk mengembangkan business intelligence dari data yang dikumpulkan, diorganisir, dan disimpan oleh suatu organisasi. Teknik-teknik dalam data mining sangatlah luas sekali dan digunakan oleh berbagai organisasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai pelanggan dan cara kerja mereka dan untuk menyelesaikan berbagai masalah organisasi yang sangat kompleks. Dalam seri ini kita akan mempelajari data mining sebagai teknologi pendorong bagi business intelligence, mempelajari proses-proses standard dalam melaksanakan proyek-proyek data mining, memahami dan membangun keahlian dalam menggunakan teknik-teknik data mining yang populer, mengembangkan pengetahuan mengenai berbagai tool software yang ada, dan membedah berbagai macam mitos dan jebakan dalam data mining. Baca selengkapnya…

Menganalisis Website menggunakan WebQual 4.0

logo2Webqual merupakan  metode  pengukuran  kualitas website berdasarkan persepsi pengguna akhir (masyarakat). Metode ini merupakan pengembangan dari servqual (Zeithaml et  al. 1990)  yang  banyak  digunakan  sebelumnya  pada pengukuran  kualitas  jasa (Diana 2012). WebQual 4.0 dususun bedasarkan penelitian pada tiga area yaitu :

  1. Usability

Usability  adalah  mutu  yang berhubungan dengan rancangan site, sebagai contoh penampilan, kemudahan penggunaan,  navigasi  dan  gambaran  yang  disampaikan  kepada  pengguna. (Barnes dan Vidgen 2002 didalam Vidiantoro 2012).

Menurut  Tullis  dan  Albert  (2008) Tiga komponen umum usability (Ichsani 2012): Baca selengkapnya…

Perbandingan Internet Service Provider di Wilayah Dramaga Bogor Berdasarkan Trafic Packet Internet Groper

dns-amp-pic-3Keterbatasan kecepatan akses internet di Indonesia menjadi hambatan bagi pengguna internet untuk keperluan dan pekerjaan seseorang. Delapan Provider penyedia layanan Internet di Indonesia akan diukur berdasarkan Trafic Packet Internet Groper sebagai ukuran kecepatan didaerah Dramaga Bogor. Berdasarkan hasil analisis antara Round Trip Times dengan Packet Loss tidak selalu berjalan searah atau tidak benar bahwa jika Round Trip Times semakin besar maka Packet Loss juga semakin besar begitu juga sebaliknya. IPB dan Speedy mempunyai nilai persentase minimum baik Round Trip Times, Packet Loss maupun total keduanya, hal ini dapat dikatakan bahwa untuk daerah Dramanaga Bogor, ISP IPB dan Speedy adalah yang terbaik. Sedangkan Indosat memiliki Traceroute (Tracert) terbesar dengan nilai rata-rata 17 trace untuk tiga site sehingga dapat dikatakan ranking terendah diatara yang lainnya. Baca selengkapnya…

Website E-Government Provinsi Riau untuk Menunjang Kualitas Informasi Publik pada Era Otonomi Daerah

e-government1Provinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau sumatera bagian tengah dengan ibukota Pekanbaru. Secara geografis Riau berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Kepulauan Riau. Kondisi Riau berada pada kawasan dataran rendah memiliki hasil bumi seperti tambang dan minyak bumi yang mampu menghasilkan 365.827 barrel per hari, hasil perkebunan kelapa sawit terbesar nomor dua di Indonesia dengan 9,3 ton setiap tahunnya, serta merupakan salah satu Provinsi  dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang memadai (BPS 2013). Sistem pemerintahan dipimpin oleh seorang Gubernur dan memiliki 12 daerah Kabupaten/ Kota yang masing-masing memiliki struktur organisasi ekskutif dan legislatif. Baca selengkapnya…

Konsep Pembangunan Desa Melalui Data

Sering kali paradigma muncul diberikan kepada sebuah Desa/ Kelurahan atau lebih khusus Masyarakat Pedesaan yang merupakan sekumpulan orang yang bermukim disuatu tempat yang jauh dari keramaian, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, berkoloni ilustrasi-melung-majalah-mini-arbesdjdengan tradisi lama dan sangat jauh dengan teknologi. Paradigma itu seaakan menjadi tolak ukur masyarakat perkotaan bahwa kehidupan di Pedesaan merupakan kehidupan yang serba kolot dan kampungan, tetapi tidak semuanya mengatakan demikian, hanya sebagian kecil saja yang menganggap pernyataan tersbut. Tidak dipungkiri terkait permasalahan-permasalahan yang sering dihadapi oleh masyarakat Pedesaan adalah kurangnya sarana dan prasarana yang diberikan oleh Pemerintah, baik pusat maupun daerah. Baca selengkapnya…

Kategori:Informasi, Teknologi
%d blogger menyukai ini: