Beranda > Algoritma dan Metode, Ilmu Komputer, Informatika, Sistem Informasi, Teknologi > Analisis Website Pemerintah dalam Upaya Menunjang Persiapan Open Government Data Pada Era Otonomi Daerah

Analisis Website Pemerintah dalam Upaya Menunjang Persiapan Open Government Data Pada Era Otonomi Daerah

riauuProvinsi Riau merupakan salah satu provinsi yang berada di Pulau sumatera bagian tengah dengan ibukota Pekanbaru. Secara geografis Riau berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat, Jambi dan Kepulauan Riau. Kondisi Riau berada pada kawasan dataran rendah memiliki hasil bumi seperti tambang dan minyak bumi yang mampu menghasilkan 365.827 barrel per hari, hasil perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia dengan 6.932.677 ton pada Tahun 2013, serta merupakan salah satu Provinsi  dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang memadai (BPS 2013). Sistem pemerintahan dipimpin oleh seorang Gubernur dan memiliki 12 daerah Kabupaten/ Kota yang masing-masing memiliki struktur organisasi ekskutif dan legislatif. Sejak berlakunya otonomi dareah Provinsi Riau semakin berkembang dari waktu kewaktu disegala aspek ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pembangunan, perkebunan dan pemerintahan.

Seiring berkembangnya waktu capaian aspek yang dimiliki oleh Riau serta teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat hingga ke wilayah-wilayah pelosok nusantara. Hal ini mampu memberikan informasi kepada publik secara menyeluruh baik secara fakta maupun opini, teknologi tersebut adalah website. Teknologi ini pertama kali muncul sebagai media penyampaian infomasi secara teks, namun dengan perkembangan zaman website mampu mengalami metamorfosa menjadi multimedia, berkembang sesuai dengan fungsi masing-masing seperti pendidikan, ekonomi, komesrsil maupun pemerintahan. Teknologi website pada suatu bidang tertentu memiliki istilah atau nama sesuai dengan kebutuhannya. Jika kita mengarah kepada kaitan antara provinsi Riau dengan Pemerintahan maka istilah yang digunakan pada teknologi ini adalah E-Government atau Elektronik Pemerintahan.

E-Government  merupakan  upaya pendayagunaan  ICT  (information, communication,  and  technology)  untuk meningkatkan  efisiensi  dan  cost-effective pemerintahan  (Nurhadryani  2009). Segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan dicatat dengan memanfaatkan teknologi ICT untuk memberikan informasi kepada publik sesuai dengan kebutuhannya melalui teknologi website, demikian dikatakan sebagai E-Government. Pembangunan situs web bagi pemerintah daerah di Indonesia merupakan implementasi dari Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2003, yang isinya menggalakkan pemanfaatan teknologi informasi (internet) dalam menunjang aktivitas pemerintahannya, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menuju terwujudnya E-Government di Indonesia (Karim 2010). Di Indonesia khususnya provinsi Riau mulai menerapkan E-Government setelah Inpres tersebut dikeluarkan hingga sekarang terus menerus melakukan pembenahan. Seiring dengan itu, permasalahan yang timbul adalah sejauh mana kualitas, efesiensi, interaksi, traffic, performance serta masih banyak hal lain yang belum teruji dan mendapat sebuah pertimbangan baik dari pengguna maupun penyedia/ Pemerintah untuk memberikan informasi kepada masyarakat secara mudah dan efisien.

Untuk pengukuran sebuah website pemerintahan diperlukan dua aspek penting sebagai sarana penunjang kualitas informasi buplik guna mencapai tujuan persiapan data terbuka pada otonomi daerah. Pengukuran tersebut dapat dilakukan dengan cara menyertakan responden atau pengguna, pengamatan serta beberapa aplikasi yang sudah sering digunakan dan dapat dipertanggung jawabkan hasilnya (Hartono et al. 2010). Jika dilihat dengan seksama dari penelitian-penelitian sebelumnya seperti yang dilakukan oleh Yudhita Ichsani dan Diana pada Tahun 2012, penilaian yang melibatkan responden adalah usabillity dan dengan metode webqual 4.0 (Ichsani 2012; Diana 2012) serta penelitian yang dilakukan oleh Inne Larasati dengan menggunakan web measure index yang terdiri atas Web Presence, Interaction, Transaction dan Participation menyatakan penelitian yang dilakukan mendekati 80% responden sangat tergantung terhadap interaksi dan partisipasi website (Larasati 2012). Selain melibatkan pengguna, penilaian website dari sisi tools atau aplikasi telah dilakukan oleh Yudhita Ichsani untuk menilai dari sisi Accessibility dengan  standar  Web  Content Accessibility  Guidelines (WCAG)  2.0 menggunakan tool Achecker (Ichsani 2012). Selain itu pada tahun yang sama dari sisi Performance dan Traffic dilakukan penelitian oleh Kusdiantoro dan Risca Novianti dengan menggunakan fasilitas dari website alexa.com dan gtmetrix.com (Kusdiantoro 2012; Novianti 2011) dalam penelitiannya menyatakan keberhasilan dari website pemerintahan bergantung dari segi kecepatan atau Performance, Accessibility dan Traffic.

Dari berbagai penelitian diatas secara umum dapat memberikan sebuah kesimpulan yang bertujuan untuk merekomendasikan perbaikan berbagai macam kekurangan-kekurangan guna mencapai sebuah tujuan sesuai yang dicanangkan pemerintah. Akibat dari banyaknya kekurangan pada website sebuah pemerintahan dapat menyebabkan berbagai masalah kecil diantaranya adalah kurangnya pengunjung website, keterbatasan informasi, serta akses yang dinilai tidak sewajarnya untuk setingkat website pemerintah (Sutanha 2012). Akan tetapi merujuk dari penelitian Kusdiantoro dan Diana hal yang terpenting sebelum lebih jauh masuk kedalam konten website, hal yang perlu diperhatikan adalah performance dan accessibility. Hal ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kecepatan dan kemudahan seseorang untuk mendapatkan informasi. Selanjutnya traffic sebuah web menyokong kebutuhan dan kecepatan dalam lalu lintas jaringan internet. Oleh sebab itu dilakukan penelitian-penelitian lanjutan terkait permasalahan website E-Government untuk menilai sejauh mana tingkat persiapan penerapan dan penyaluran informasi kepada publik tercapai dengan baik dalam menyokong mewujudkan persiapan Open Government Data (OGD).

Website E-Government sebagaimana telah disebutkan diatas terdiri atas website Pemerintah Provinsi Riau dan Lembaga/ Dinas dibawah naungan Pemerintah Provinsi Riau dan Lembaga Negara. Hasil dari analisis ini diharapkan mampu memberikan sebuah terobosan dan rekomendasi untuk perbaikan kedepannya terkait permasalahan-permasalahan accessibility, performance dan traffic sebelum masuk kedalam content website yang tujuan utamanya adalah untuk mendukung kualitas informasi kepada publik pada era otonomi daerah serta persiapan OGD Provinsi Riau. Selain itu kesiapan pemerintah dalam menentukan dan memberikan kebijakan terhadap satuan lembaga atau dinas juga dapat ditentukan dalam bentuk pengambilan keputusan atau kebijakan yang didasarkan dari hasil proses dan analisis data. Pengambilan keputusan dalam bentuk perankingan mempunyai tujuan untuk memberikan reward dan apresiasi kepada lembaga atau dinas yang telah menjalankan inpres No. 3 Tahun 2003 tentang pemanfaatan teknologi informasi dilingkungan pemerintahan, begitupun sebaliknya.

Dalam dunia sains dan teknologi pengambilan keputusan dapat berupa analisis statistik dari hasil percobaan dan penelitian untuk mencari koefisien korelasi atau hubungan antar variabel. Teknik lain yang sering digunakan dalam pengambilan keputusan majemuk adalah Multi-Criteria Decision Making (MCDM) dengan mengusung konsep pengambilan keputusan yang didasarkan dari sejumlah kriteria sebagai acuan penilaian (Kahraman 2008). MCDM sendiri memiliki bagian yaitu Multi-Atribute Decision Making (MADM), Metode ini merupakan metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan kriteria tertentu (Zimmermann 1991 dalam Jarial 2012), serta model peringkat sederhana yang mampu memberikan solusi terbaik dari serangkaian beberapa alternatif yang diberikan (Kumar 2013). Metode yang termasuk kedalam kelompok MADM salah satunya adalah Simple Additive Weighting (SAW) yang mengusung konsep mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut (MacCrimmon 1968 dalam Memariani 2009) dan Wieghting Product (WP) yang mampu memberikan nilai normalisasi untuk mencapai tingkat maksimum penjumlahan pembobotan (Kusumadewi 2011). Demkian juga untuk memperoleh hubungan dan kombinasi antar variabel dilakukan analisis menggunakan teknik data mining dengan pengembangan aturan asosiasi yaitu quantitative assosiation rule. Dimana metode ini memiliki akirasi yang baik dalam mengambil kepututusan dibandingkan dengan aturan asosiasi yang lain (Aouissi 2013).

Oleh karena itu dalam penelitian ini akan dilakukan analisis terkait accessibility, performance dan traffic pada website pemerintahan dilingkungan Provinsi Riau dengan menggunakan tools dan aplikasi. Hasil dari analisis aplikasi akan ditransformasikan kedalam metode pengambilan keputusan untuk merekomendasikan kebijakan pemerintah yang berwenang dalam bentuk perankingan website pemerintahan. Sebelum dari kedua hal tesebut dipaparkan, motivasi utama dalam melakukan riset ini adalah melihat fenomena kurangnya minat masyarakat dalam mengakses website E-government Provinsi Riau. Sehingga untuk mengetahui secara mendasar terkait permasalahan tersebut, hal yang pertama dilakukan adalah dengan melihat beberapa aspek penting seperti accessibility, performance dan traffic sebelum mengarah kepada content dari website tersebut.

Mustakim – Research Science and Technology Faculty 2015

Reference:

Afshari A, Mojahed M, Yusuff RM. 2010. Simple Additive Weighting approach to Personnel Selection problem. International Journal of Innovation, Management and Technology. 1(5): 511-515.

Amrullah, Fahri. 2013. Evaluasi Fungsionalitas dan Efektivitas Penggunaan Web serta Media Sosial (web 2.0) Partai Politik 2014 Indonesia. Thesis Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor.

Aouissi AS. 2013. QuantMiner for Mining Quantitative Association Rules. Journal of Machine Learning Research. 14 (2013) 3153-3157.

Badan Pusat Statistik. 2013. Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial-Ekonomi Indonesia. BPS Pusat Katalog: 3101015

Dedi, dedi (2013) Evaluasi Penggunaan Website Universitas Bina Darma dengan Metode Usability Testing. Other Thesis, Universitas Binadarma.

Diana. 2012. Evaluasi Website E-Government Menggunakan Analisis Kualitas dan Web Log. Thesis Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor

Hamidah. 2012. Pengembangan Situs PTN Menggunakan Usability Engineering dan Evaluasi Usability dengan Kuesioner Sumi. Skripsi Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor.

Hasibuan, Zainal H. 2007. Langkah-Langkah Strategis dan Taktis Pengembangan E-Government untuk Pemda. Jurnal Sistem Informasi MTI UI Vol3 – No.1 – April 2007.

Hartono, Dwiarso Utomo dan Edy Mulyanto. 2010. Electronic Government Pemberdayaan Pemerintahan dan Potensi Desa Berbasis Web. Jurnal Teknologi Informasi, Volume 6 Nomor 1, April 2010, ISSN 1414-9999.

Ichsani, Yudhita. 2012. Pengembangan Framework untuk Mengukur  Usability dan Accessibility pada Situs-situs Web E-Government provinsi di Indonesia. Thesis Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government.

Jarial SK. Dan Garg RK. 2012. Ranking of Vendors Based on Criteria by MCDM-Matrix Method-A Case Study for Commercial Vehicles in an Automobile Industry. International Journal of Latest Research in Science and Technology. 1(4): 337-341

Karim, Akbar. Analisis Popularitas Situs Web Di Indonesia : Studi Kasus Situs Web Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi, Kotamadya dan Kabupaten.

Kementerian Komunikasi dan Informatika tentang Panduan Penyelengaraan Situs Web Pemerintah Daerah.

Kriyar, El. 2011. Assessment of E-Government in Cambodia and Indonesia by Web Measure Index and Web Usability. Thesis Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor.

Kumar DS, Radhika S dan Suman KNS. 2013. MADM Methods for Finding The Right Personnel in Academic Institutions. International Journal of u- and e- Service, Science and Technology. 6(5): 133-144.

Kuncoro (2004), Otonomi dan Pembangunan Daerah; Reformasi, Perencanaan, Strategi dan Peluang, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Kusdiantoro. 2012. Analisis Usability Website Akademik Perguruan Tinggi di Indonesia Menggunakan Metode Promethee, Vikor dan Electree. Skripsi Fakultas Teknik Universitas Negeri Jogjakarta.

Kusumadewi S dan Hartati S. 2011. Sensitivity Analysis of Multi-Attribute Decision Making Methods in Clinical Group Decision Support System. Interational Conference Informatics Department, Indonesia Islamic University Yogyakarta, Indonesia.

Kusumadewi S, Hartati S, Harjoko A, Wardoyo R. 2006. Fuzzy Multi-Attribute Decision Making (Fuzzy MADM). Jogjakarta: Graha Ilmu.

Larasati, Inne. 2012. Pengembangan Parameter Situs Kependudukan dan Evaluasi 61 Situs Kependudukan pada 6 Provinsi di Indonesia. Skripsi Departemen Ilmu Komputer Institut Pertanian Bogor.

Mustakim, Buono A, Hermadi I. 2015. Decission Scoring Determining of Development Renewable Energy Center Based Region Cluster with SAWP Method. Jurnal Teknologi Indutri Pertanian IPB. 25(1):56-67.

Novianti, Risca. 2011. Evaluasi Keterbuakaan Informasi Keuangan Daerah pada Website Pemerintah Kota di Indonesia. Jurnal Sistem dan Teknologi.

Priyatno, Heru. 2012. Kualitas Situs Web Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam Meningkatkan Kinerja Pelayanan Publik. Thesis Program Studi Ilmu Administrasi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

Srikant R dan Agrawal R. 2012. Mining Quantitative Association Rules in Large Relational Tables. International Journal Science Tehcnology. 3(3): 121-129.

Tim Penyusun Laporan Open Government Indonesia (OGI). 2012. Open Government Indonesia: Era Baru Keterbukaan Pemerintah.

Tim Penyusun Buku Pegangan Open Data. 2012. Buku Pegangan Open Data: Open Knoledge Foundation.

Salusu J. 1996. Pengambilan Keputusan Stratejik.Jakarta:Grasindo.46-54

Sutanha, Edhy, Khabib Musthafa. 2012. Strategi Pengembangan Web Service untuk Integrasi antar Sistem Aplikasi dan Website dalam E-Government di Pemkab Bantul Jogjakarta. Jurmal SISFOTENIKA Volume 02 Nomor 02 Tahun 2012 ISSN: 2087-7897.

Suwanto, Ferry T.Indratno. 2009. Ayo Belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Yogyakarta:KANISIUS.150

Vidiantoro, Anggita Lambang. _______. Pengukuran Kinerja Layanan Portal Berita Online dengan Menggunakan Model Webqual. Jurnal Studentsite Fakultas Ekonomi Manajemen Universitas Gunadarma.

Reason J. 1990. Human Error. Ashgate. ISBN 1-84014-104-2.

UU No. 5 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah, Bab III, Bagian Kedua, Pasal 11

Rutmono, Suryanto. 2010.Sukses Semua Ulangan.Jakarta:PT Wahyumedia.300

  1. Yuditha
    11 Maret 2016 pukul 10:45 pm

    Salam, Pak/ Bu. Perkenalkan saya Yuditha Ichsani. Maaf, ejaan nama saya bukan Yudhita tapi Yuditha. Terima kasih

    Suka

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: