Beranda > Algoritma dan Metode, Ilmu Komputer, Informatika > Hybrid Simple Multi Attribute Rating Technique Method dengan Analytic Hierarchy Process

Hybrid Simple Multi Attribute Rating Technique Method dengan Analytic Hierarchy Process

kebun-sawitTanaman kelapa sawit merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang menduduki posisi penting dalam sektor pertanian umumnya, dan sektor perkebunan khususnya. Hal ini disebabkan karena dari sekian banyak tananam yang menghasilkan minyak atau lemak, kelapa sawit yang menghasilkan nilai ekonomi terbesar per hektarnya di dunia (Khaswarina, 2001 dikutip oleh Nasution dkk., 2014). Kelapa sawit juga merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara di luar minyak dan gas (Mariati, 2009).

 Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Perkebunan kelapa sawit Indonesia terdapat di wilayah Sumatera, Jawa Barat, Kalimantan, Sulawesi, Bangka Belitung, dan Papua dengan pengembangan terbesar dilakukan di Kalimantan. Perkebunan kelapa sawit secara nasional di tahun 2008 memiliki areal seluas 7,1 juta ha, dengan produksi 19,2 ton (Wardani dkk., 2014). Pulau Sumatera merupakan produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia. Pada tahun 2008 produksi kelapa sawit di Riau mencapai 24,40 persen dari total produksi kelapa sawit Indonesia, sedangkan Sumatera Utara 21,4 persen, dan Sumatera Selatan sebesar 9,76 persen (BPS Pusat, 2008 dikutip oleh Alatas, 2015).

Lambang_propinsi_riauProvinsi Riau mempunyai sektor perkebunan kelapa sawit seluas 2,42 juta hektar, produksi sawit mencapai 7,8 juta ton dan jumlah pabrik kelapa sawit sebanyak 148 unit dengan total kapasitas produksi 6.137 ton/jam yang sangat berpotensi untuk menghasilkan sawit terbesar di Indonesia (BPS Riau, 2015). Produktivitas kelapa sawit di Provinsi Riau setiap tahun mengalami peningkatan baik produksi maupun luas lahan perkebunan (Mustakim dkk, 2015). Hal ini mengharuskan Pemerintah Nasional maupun Daerah mengambil keputusan yang tepat dalam mempertahankan produktivitas kelapa sawit agar tidak mengalami penurunan.

Pada saat ini perkembangan kelapa sawit di Provinsi Riau hanya dapat dilihat dari data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) baik hardcopy maupun softcopy, yang disajikan secara statistik. Pihak BPS tidak menyediakan data analisis dari data kelapa sawit yang dapat digunakan oleh Pemerintah untuk mendukung proses pengambilan keputusan.

Salah satu teknik pendukung keputusan dalam analisis kebijakan yang akan digunakan pada riset ini adalah Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART). SMART merupakan metode pengambilan keputusan multi kriteria yang dikembangkan oleh Edward pada tahun 1977. Teknik pengambilan keputusan multi kriteria ini didasarkan 11063410-business-people-group-and-a-confused-manpada teori bahwa setiap alternatif terdiri dari sejumlah kriteria yang memiliki nilai-nilai dan setiap kriteria memiliki bobot yang menggambarkan seberapa penting ia dibandingkan dengan kriteria lain (Jadno, 2013). Secara khusus SMART merupakan metode pengambilan keputusan yang fleksibel untuk diterapkan pada kasus dengan banyak alternatif.

Dalam menentukan pembobotan pada metode SMART ini biasanya digunakan teknik pembobotan secara langsung. Namun, dalam penelitian lain yang dilakukan oleh Mustakim Tahun 2015 yaitu menentukan pembobotan bisa dilakukan dengan teknik lain salah satunya teknik pembobotan Analytic Hierarchy Process (AHP) (Mustakim, 2015). AHP merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas L. Saaty. Teknik ini akan menguraikan masalah multi faktor atau multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki (Saaty, 1993), hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dan alternatif.

Nilai bobot pada pembobotan langsung masing-masing kriteria diberikan sesuai dengan kebutuhan. Pembobotan langsung akan membandingkan kriteria dengan nilai fungsi terbesar, maka bobot yang akan diberikan juga bernilai besar sesuai dengan kebutuhan. Pembobotan langsung pada pengambilan keputusan bersifat subjektif sehingga dirasa kurang efektif dalam menentukan hasil keputusan. Sementara nilai bobot pada teknik AHP didapat dari nilai eigen. Nilai eigen ini didapatkan dari sdmc 3pebandingan berpasangan kriteria. Rata-rata eigen dapat dijadikan sebagai acuan seberapa besar tingkat kepentingan kriteria terhadap hasil keputusan.

Pemilihan kriteria untuk wilayah potensial penghasil kelapa sawit ditentukan berdasarkan data pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah yaitu jumlah desa, jumlah penduduk dan kepadatan penduduk serta data produksi kelapa sawit yaitu luas sektor perkebunan, hasil produksi perkebunan dan jumlah pabrik kelapa sawit pada setiap kecamatan di Provinsi Riau. Kriteria ini juga pernah digunakan pada penelitian yang dilakukan oleh Mustakim (2015), untuk melakukan prediksi terhadap produktivitas kelapa sawit di Provinsi Riau. Penentuan kriteria ini melibatkan beberapa orang pakar dibidang kajian Energi Terbarukan, Supporting Decission Commite dan Energi Research Center (Enreach) (Mustakim et al., 2015).

Dari latar belakang diatas, penulis akan membandingkan proses menentukan pembobotan dengan menggunakan teknik pembobotan secara langsung dengan teknik Analytic Hierarchy Process (AHP). Perbandingan ini dilakukan untuk mengetahui teknik mana yang lebih baik untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan pada kelompok Multy Atrribute Decision Making (MADM) dengan judul penelitian yaitu “Analisis Perbandingan Pembobotan Simple Multi Attribute Rating Technique Menggunakan Teknik Analytic Hierarchy Process Sebagai Pengambilan Keputusan Wilayah Penghasil Kelapa Sawit”. Hasil dari perankingan terbaik akan dijadikan sebagai bahan acuan pertimbangan dan rekomendasi pengambilan kebijakan pemerintah.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, perankingan kecamatan penghasil kelapa sawit pada penelitian ini diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya adalah:

  • Hasil perankingan menggunakan metode SMART dengan bobot AHP dan dataset rata-rata 5 tahun menunjukkan hasil perankingan wilayah yang paling potensial penghasil kelapa sawit. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai sensitifitas terkecil dengan nilai SMART AHP yaitu 0,0274 pada data set rata-rata tahun 2011-2015.
  • Hubungan antara kriteria utama LSP dan HPP terhadap metode terbaik menunjukkan bahwa Kecamatan Kandis, Pangkalan Kuras, Tambusai Utara, Tapung Hulu dan Mandau adalah peringkat 5 teratas wilayah potensial penghasil kelapa sawit dengan nilai sensitifitas rata-rata berturut-turut 1,06%; 1,17%; 1,44%; 1,53% dan 1,56%.
  • Hubungan antara kriteria pendukung JD, JP, KP, PKS, LW terhadap metode terbaik menunjukkan bahwa Kecamatan Pujud, Tambusai Utara, Tapung Hilir, Tapung Hulu dan Pangkalan Kuras adalah peringkat 5 teratas wilayah potensial penghasil kelapa sawit dengan nilai sensitifitas rata-rata berturut-turut 1,66%; 1,87%; 1,91%; 2,01% dan 2,53%.
  • Hasil kriteria utama dengan kriteria pendukung terhadap metode terbaik diperoleh kecamatan Tambusai Utara (5%), Kandis (6%), Pangkalan Kuras (6%), Tapung Hulu (6%) dan Tapung Hilir (9%) sebagai 5 wilayah paling potensial penghasil kelapa sawit.
  • Perbandingan hasil keputusan dengan penelitian terdahulu oleh Mustakim (2015) menyatakan bahwa 5 wilayah potensial kelapa sawit yaitu Mandau, Tambusai Utara, Tapung, Pinggir dan Bagan Sinembah. Pada penelitian ini, 5 wilayah potensial yaitu Kecamatan Tapung, Bagan Sinembah, Mandau, Pujud dan Tapung Hulu.
  • Rekomendasi hasil penelitian yang diusulkan kepada pihak pemerintah terkait pembangunan wilayah penghasil kelapa sawit di Provinsi Riau yaitu, mengembangkan 5 wilayah yang paling potensial, memberikan peluang investasi dan mengembangkan produksi kelapa sawit serta membangun perusahaan kelapa sawit yang baru.

Referensi

Alatas, Andi. “Trend Produksi dan Ekspor Minyak Sawit (CPO) Indonesia.” Jurnal AGRARIS, Vol. 1, No. 2, 2015

Atiqah. “Implementasi Metode Smart Pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pembelian Mobil Keluarga.” Pelita Informatika Budi Darma, Vol 5, No. 1, November 2013

BPS. “Riau Dalam Angka 2015”. e-book. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau No ISSN: 0215-2037, Riau. 2015

BPS. “Statistik Daerah Provinsi Riau 2015”. e-book. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau No ISSN: 2354-8096, Riau. 2015

Davies, and Paul Beynon. 2004. Database Systems Third Edition. Palgrave Macmillan, New York.

Hapsari, Aninsdya P Y. “Analysis Produktivitas Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Kebun Sei Batang Ulak PT Ciliandra Perkasa Riau.” Tesis, Departement Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 2014

Huda, Nuqson Masykur. “Aplikasi Data Mining Untuk Menampilkan Informasi Tingkat Kelulusan Mahasiswa (Studi Kasus di Fakultas MIPA Universitas Diponegoro.” Skripsi. Universitas Dipenogoro, Semarang, 2010

Jadno. “Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Untuk Merekomendasikan Pembelian Kamera Digital Menggunakan Metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) Berbasis Web.” Tugas Akhir. Uin Suska Riau, Pekanbaru, 2013

Jasril, dan Mustakim. “Implementasi Penggabungan Metode Analitical Hierarchy Process (AHP) dengan Metode The Satisficing Models Untuk Pemilihan Lokasi Pembangunan Perumahan.” Jurnal Sains Teknologi dan Industri, Vol 9, No. 1, 2011

Kusumadewi, Sri, et al. “Fuzzy Multi-Attribute Decisopn Making (Fuzzy MADM).” Graha Ilmu, Yogyakarta. 2006.

Mariati, Rita. “Pengaruh Produksi Nasional, Konsumsi Dunia dan Harga Dunia Terhadap Ekspor Crude Palm Oil (CPO) Di Indonesia.” EPP, Vol. 6, No. 1, halaman 30-35, 2009

Mustakim. “Support Vector Regression dan Multi-Attribut Decisions Making Untuk Prediksi Produktivitas dan Perangkingan Wilayah Pengembangan Energi Terbarukan.” Tesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor. 2015

Mustakim, dkk. “Support Vector Regression Untuk Prediksi Produktivitas Kelapa Sawit di Provinsi Riau.” Jurnal Sains Teknologi dan Industri, Vol. X, halaman 1- 4, 2015

Nasution, Syukri Habibi, dkk. “Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Pada Berbagai Perbandingan Media Tanam Solid Decanter dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Pada Sistem Single Stage.” Jurnal Online Agroekoteknologi, Vol. 2, No. 2, halaman 691-701, 2014

Patel, Vaishali R., dan Rupa G. Mehta. “Impact of Outlier Removal and Normalization Approach in Modified k-Means Clustering Algorithm.” International Journal of Computer Science Issues, Vol. 8, No. 2, Sepetember 2011

Petra, Yosua, dan Seng Hansun. “Rancang Bangun Sistem Rekomendasi Peminatan Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Dengan Metode Analytical Hierarchy Process.” Jurnal Buana Informatika, Vol. 7, No. 2, halaman 151-158, April 2016

Saaty, Thomas L. “Decision Making With The Analityc Hierarchy Process.” Int. J. Services Sciences, Vol. 1, No. 1, 2008

Sitepu, Yohana BR. “Perbandingan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dengan Simple Mukti Attribute Rating Technique (SMART) Dalam Menentukan Perusahaan Asuransi Terbaik.” Skripsi. Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara. 2015

Sukenda, dan Zeny Prima Afrizone. “Sistem Pendukung Keputusan Untuk Memilih Kendaraan Bekas Dengan Menggunakan Metode Analitic Hierarchy Process (AHP).” Teknik Informatika Universitas Widyatama

Syahza, Almasdi. “Potensi PKS dan Produk Turunannya di Riau.” Universitas Riau, Pekanbaru. 2014

Turban, E., dkk. “Decicion Support Systems and Inteligent System.” Penerbit Andi Offset, Yogyakarta. 2005.

Wahyu, Ahmat Anton. “Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bidang Keahlian Menggunakan Metode Analitic Hierarchy Process (Studi Kasus: Prodi PTI FT UNY).” Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta. 2014

Wardani, Aditya P.K., dan Dian Widiawati. “Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Material Tekstil Dengan Pewarna Alam Untuk Produk Kriya.” Jurnal Tingkat Sarjana Bidang Senirupa dan Desain, 2014

Wardono, Idam Kusumo. “Pengembangan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Dalam Pemilihan Fakultas Di Perguruan Tinggi Berbasis Mobile Web.” Skripsi. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. 2011

Sumber Dokumen:

Tugas Akhir Program Studi Sistem Informasi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Tahun 2016, Richa Dwi Kusmiyanti  NIM 11253202195 Dibimbing oleh Mustakim, S.T., M.Kom.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: